Kalkulator Hari Aqiqah — Kapan Hari ke-7, 14, dan 21 Bayi Anda?

⚡ Jawaban Cepat

Waktu aqiqah yang dianjurkan berdasarkan hadits (HR al-Baihaqi) adalah hari ke-7 kelahiran — paling utama — atau hari ke-14 dan hari ke-21 bila terlewat. Setelah itu, aqiqah yang hukumnya sunnah muakkadah tetap boleh dilaksanakan kapan saja. Gunakan kalkulator di bawah untuk mengetahui tanggal tepatnya.

🧮 Masukkan tanggal lahir si kecil:

Cara menghitung hari ketujuh

Menurut penjelasan para ulama (lihat Almanhaj: cara menghitung hari ketujuh), hari kelahiran dihitung sebagai hari pertama. Contoh: bayi lahir hari Senin → hari ketujuh jatuh pada hari Ahad berikutnya. Bila bayi lahir malam hari (setelah maghrib), penghitungan dimulai dari hari berikutnya — karena itu kalkulator di atas menyediakan pilihan tersebut.

Dasar hari ke-7, 14, dan 21

Rasulullah SAW bersabda bahwa hewan aqiqah disembelih pada hari ketujuh, keempat belas, atau kedua puluh satu (HR al-Baihaqi — pembahasan sanad dan penjelasannya dapat dibaca di Rumaysho). Hari ketujuh adalah yang paling utama; hari ke-14 dan ke-21 menjadi alternatif bila terlewat — sebagaimana dijelaskan pula dalam panduan aqiqah NU Jawa Timur dan artikel Muhammadiyah.

Bagaimana jika sudah lewat hari ke-21? Tidak mengapa. Aqiqah hukum asalnya sunnah muakkadah, dan menurut penjelasan ulama tetap boleh dilaksanakan setelah waktu-waktu tersebut — sebagian menganjurkan pada kelipatan tujuh, sebagian membolehkan kapan saja, bahkan setelah dewasa untuk diri sendiri.

Hari ke-7 sudah dekat tapi belum siap apa-apa?

Aqiqah di Tanah Suci Mekkah — siap dalam satu pesan WhatsApp

Tidak perlu mencari kambing, tukang sembelih, atau katering mendadak. Penyembelihan diwakilkan ke Tanah Suci Mekkah (Rp2.345.000/ekor), nama si kecil disebut saat penyembelihan, dan Anda menerima bukti video ± 3 hari + sertifikat kayu. Syukuran di rumah bisa menyusul kapan saja — jangan lupa ambil template undangan aqiqah gratis kami.

Lihat Paket Aqiqah di Mekah💬 Chat WhatsApp Sekarang

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Bagaimana cara menghitung hari ketujuh aqiqah?

Hari kelahiran dihitung sebagai hari pertama. Contoh: bayi lahir hari Senin, maka hari ketujuh jatuh pada hari Ahad berikutnya. Bila bayi lahir pada malam hari (setelah maghrib), penghitungan dimulai dari hari berikutnya — penjelasan lengkap ada di Almanhaj.

2. Apa dasar hari ke-7, 14, dan 21?

Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan al-Baihaqi menyebutkan hewan aqiqah disembelih pada hari ketujuh, keempat belas, atau kedua puluh satu. Hari ketujuh adalah yang paling utama.

3. Bagaimana jika sudah lewat hari ke-21?

Tidak mengapa. Aqiqah hukum asalnya sunnah muakkadah dan menurut penjelasan ulama tetap boleh dilaksanakan setelahnya — bahkan setelah dewasa untuk diri sendiri. Baca artikel kami tentang aqiqah setelah dewasa.

4. Apakah aqiqah harus disertai acara di hari itu?

Tidak harus. Yang inti adalah penyembelihan hewan. Banyak keluarga memilih penyembelihan diwakilkan ke Tanah Suci Mekkah pada hari yang dianjurkan, lalu syukuran sederhana di rumah kapan saja.

5. Berapa ekor kambing untuk aqiqah?

Lazimnya 2 ekor untuk anak laki-laki dan 1 ekor untuk anak perempuan; sebagian ulama menyebut 1 ekor mencukupi asal sunnahnya. Konsultasikan dengan ustaz Anda.

📚 Referensi (tautan aktif, dapat dibuka)

✍️ Tim AqiqahCentre — penyedia layanan aqiqah & kurban di Tanah Suci, bagian dari AqiqahCentre Group, sejak 2014 (19.000+ hewan).

Artikel ini bersifat edukasi, bukan fatwa; untuk keputusan hukum fiqh rujuk MUI atau ustaz tepercaya Anda.

Diperbarui: Agustus 2026 · Baca juga: Aqiqah di Mekah: Terpercaya atau Tipu? · Template Undangan Aqiqah Gratis

💬 Chat WA