Posted on Leave a comment

Kapan Aqiqah Dilaksanakan? Hari ke-7, 14, dan 21 Menurut Hadits

Salah satu pertanyaan pertama yang muncul setelah bayi lahir: kapan sebenarnya aqiqah harus dilaksanakan? Jawabannya ada dalam hadits yang jelas, lengkap dengan hari alternatif jika hari utama belum bisa terpenuhi. Artikel ini merangkum waktu pelaksanaan aqiqah beserta dalilnya, agar Anda tidak perlu terburu-buru atau merasa terlambat.

⚑ JAWABAN CEPAT

Waktu utama aqiqah adalah hari ke-7 setelah kelahiran. Jika belum memungkinkan, boleh pada hari ke-14, lalu hari ke-21. Jika ketiganya terlewat, aqiqah tetap boleh dilaksanakan kapan saja setelahnya β€” tidak ada dosa, dan tidak “hangus” hanya karena lewat hari ke-21.

πŸ“Š Fakta Ringkas

Hari Status
Hari ke-7 Utama, paling dianjurkan
Hari ke-14 Alternatif jika hari ke-7 belum siap
Hari ke-21 Alternatif kedua
Setelah hari ke-21 Tetap boleh, kapan saja saat mampu
Cara menghitung Hari kelahiran dihitung sebagai hari pertama (jumhur ulama)

Dalil Hari ke-7

Dasar utama waktu aqiqah adalah hadits dari Samurah bin Jundub, di mana Rasulullah ο·Ί bersabda:

كُلُّ ΨΊΩΩ„ΩŽΨ§Ω…Ω Ψ±ΩŽΩ‡ΩΩŠΩ†ΩŽΨ©ΩŒ Ψ¨ΩΨΉΩŽΩ‚ΩΩŠΩ‚ΩŽΨͺΩΩ‡ΩΨŒ ΨͺΩΨ°Ω’Ψ¨ΩŽΨ­Ω ΨΉΩŽΩ†Ω’Ω‡Ω ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ψ³ΩŽΨ§Ψ¨ΩΨΉΩΩ‡ΩΨŒ ΩˆΩŽΩŠΩΨ­Ω’Ω„ΩŽΩ‚ΩΨŒ ΩˆΩŽΩŠΩΨ³ΩŽΩ…ΩŽΩ‘Ω‰
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya; disembelih untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.”
HR Abu Dawud no. 2838 dan Tirmidzi no. 1522.

Hadits ini sekaligus menjelaskan tiga sunnah yang idealnya bersamaan pada hari ketujuh: penyembelihan aqiqah, cukur rambut, dan pemberian nama. Pembahasan cukur rambut selengkapnya ada di artikel Cukur Rambut Bayi Hari ke-7.

Dalil Hari ke-14 dan ke-21

Bagaimana jika hari ketujuh belum memungkinkan? Ulama merujuk pada riwayat dari Imam Baihaqi:

“Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, hari keempat belas, atau hari kedua puluh satu.”
HR Al-Baihaqi (9/303), dinilai hasan.

Sebagian ulama Hambali menjadikan riwayat ini sebagai dasar urutan: ke-7 dahulu, jika tidak sanggup baru ke-14, jika masih belum sanggup baru ke-21. Sebagian ulama Malikiyah menilai riwayat ini lebih lemah dibanding hadits hari ketujuh, namun tetap menjadikannya rujukan kelonggaran waktu β€” bukan kewajiban baru.

Cara Menghitung Hari yang Benar

Kesalahan paling umum adalah salah menghitung hari kelahiran. Menurut pendapat yang lebih kuat (jumhur ulama):

  • Hari kelahiran dihitung sebagai hari pertama, meskipun bayi lahir menjelang malam.
  • Jadi jika bayi lahir hari Senin, hari ketujuh jatuh pada Minggu berikutnya, bukan Senin minggu depan.
  • Perhitungan ini sama untuk menentukan hari ke-14 dan ke-21.

Karena banyak orang tua keliru menghitung sendiri, terutama saat bayi lahir larut malam, kami menyediakan alat hitung otomatis di bagian bawah artikel ini.

Bagaimana jika Semua Hari Itu Terlewat

Ini bagian yang perlu menenangkan banyak orang tua: aqiqah tidak memiliki batas kedaluwarsa.

  • Jika hari ke-7, ke-14, dan ke-21 semuanya terlewat karena kondisi tertentu (biaya, kesehatan, dll), aqiqah tetap sah dilaksanakan kapan pun setelahnya.
  • Tidak ada dosa karena keterlambatan β€” hukum aqiqah sendiri adalah sunnah muakkadah, bukan wajib. Pembahasan lengkapnya ada di artikel Hukum Aqiqah: Wajib atau Sunnah?
  • Bahkan jika seseorang baru menyadari di usia dewasa bahwa dirinya belum pernah diaqiqahi, sebagian ulama membolehkan mengaqiqahi diri sendiri. Selengkapnya di Aqiqah Setelah Dewasa.

Hitung Otomatis dengan Kalkulator

Daripada menghitung manual dan berisiko keliru, masukkan tanggal lahir bayi Anda ke Kalkulator Hari Aqiqah β€” sistem akan langsung menampilkan tanggal hari ke-7, ke-14, dan ke-21 sesuai kalender.

Sudah tahu harinya, ingin menunaikannya?

AqiqahCentre membantu Anda menunaikan aqiqah yang dilaksanakan di Tanah Suci Mekah, satu kambing untuk satu nama, lengkap dengan bukti video penyembelihan dan sertifikat, sementara syukurannya tetap bisa diadakan di rumah sesuai jadwal Anda.

πŸ’¬ Tanya Info Aqiqah di Mekah

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu aqiqah yang paling utama?

Hari ketujuh setelah kelahiran, berdasarkan hadits dari Samurah bin Jundub (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Bolehkah aqiqah hari ke-14 atau ke-21?

Boleh. Ini berdasarkan riwayat dari Imam Baihaqi yang menyebut tiga pilihan hari: ke-7, ke-14, dan ke-21.

Bagaimana cara menghitung hari ketujuh yang benar?

Hari kelahiran dihitung sebagai hari pertama menurut pendapat yang lebih kuat, sehingga hari ketujuh jatuh 6 hari setelah tanggal lahir.

Apakah aqiqah hangus jika lewat hari ke-21?

Tidak. Aqiqah tetap sah dilaksanakan kapan saja setelahnya, karena hukumnya sunnah muakkadah, bukan wajib dengan batas waktu.

Apakah harus dilaksanakan tepat di hari-hari tersebut?

Sebaiknya diusahakan, karena itu yang paling utama menurut sunnah. Namun bila tidak memungkinkan, tidak ada dosa untuk menunda hingga mampu.

✍️ Ditinjau oleh Tim AqiqahCentre

Artikel ini disusun oleh Tim AqiqahCentre berdasarkan hadits-hadits yang umum dirujuk ulama. Bersifat edukasi, bukan fatwa. Untuk keputusan pribadi, silakan merujuk kepada ustaz/ustazah atau lembaga resmi seperti MUI.

Referensi: Sadar Aqiqah, Waktu Aqiqah Hari ke-7, 14, atau 21 Menurut Hadits Β· Rumaysho, Pembahasan Aqiqah

Baca juga: Hukum Aqiqah: Wajib atau Sunnah? Β· Cukur Rambut Bayi Hari ke-7 Β· Aqiqah Anak Perempuan Berapa Ekor?

πŸ’¬

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *