Posted on Leave a comment

Menghadapi Anak Tantrum Menurut Islam: Sabar, Teknik & Teladan Rasulullah

Anak menangis kencang, berguling di lantai, atau berteriak di tempat umum — hampir semua orang tua pernah mengalaminya. Kondisi ini disebut tantrum, dan sering membuat orang tua ikut terpancing emosi. Padahal, Islam memberi teladan yang sangat indah dalam menghadapinya: kelembutan, kesabaran, dan pengendalian diri. Artikel ini membahas cara menghadapi anak tantrum menurut Islam — memadukan panduan Rasulullah ﷺ dengan pendekatan yang lembut dan praktis.

⚡ JAWABAN CEPAT

Tantrum adalah fase perkembangan yang wajar, bukan tanda anak “nakal”. Kunci Islaminya: orang tua tetap tenang dan tidak ikut marah — meneladani kelembutan Rasulullah ﷺ pada anak. Tenangkan anak dengan kasih sayang, bantu ia mengenali emosinya, tetap tegas pada batasan dengan lembut, dan iringi dengan doa. Rasulullah ﷺ berpesan: “Jangan marah” (HR Bukhari no. 6116).

📊 Fakta Ringkas

Poin Penjelasan
Apa itu tantrum Luapan emosi (menangis/berteriak) karena anak belum mampu mengungkapkan perasaan
Usia paling umum ±1–4 tahun (fase perkembangan normal)
Sikap utama orang tua Tenang, sabar, tidak ikut marah (teladan Rasulullah ﷺ)
Landasan “Jangan marah” (HR Bukhari no. 6116) + kelembutan & kasih sayang Nabi pada anak
Yang dihindari Membentak, memukul, mengancam, mempermalukan, menuruti semua demi diam

Apa Itu Tantrum & Apakah Wajar?

Tantrum adalah luapan emosi berupa menangis keras, berteriak, menghentak, atau berguling yang muncul ketika anak belum mampu mengungkapkan keinginan atau perasaannya dengan kata-kata. Ini paling sering terjadi pada usia 1–4 tahun dan merupakan bagian normal dari perkembangan — bukan pertanda anak “nakal” atau kurang didikan.

Memahami hal ini penting, karena cara pandang orang tua menentukan responsnya. Jika tantrum dilihat sebagai “perlawanan”, orang tua cenderung ikut marah. Jika dilihat sebagai anak yang sedang kesulitan dan butuh bantuan, orang tua akan lebih mudah bersikap tenang dan penuh kasih — sikap yang justru diajarkan Islam.

Bagaimana Islam Memandang Tantrum & Marah

Islam tidak membahas istilah “tantrum” secara langsung, tetapi memberi prinsip yang sangat relevan: kelembutan kepada anak dan pengendalian amarah pada diri orang tua.

Rasulullah ﷺ dikenal sangat penyayang dan sabar terhadap anak-anak. Beliau bahkan pernah memperlama sujudnya karena cucunya menaiki punggung beliau, dan menggendong serta bercanda dengan anak-anak. Ketika seseorang heran melihat beliau mencium cucunya, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi.”
— HR Bukhari no. 5997.

Nabi ﷺ juga menekankan keutamaan kelembutan (rifq): “Sesungguhnya kelembutan tidak ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya, dan tidak dicabut dari sesuatu kecuali akan memburukkannya” (HR Muslim). Dan kepada seseorang yang meminta nasihat, beliau berulang kali berpesan: “Jangan marah” (HR Bukhari no. 6116). Para ulama menjelaskan, maksudnya bukan mustahil merasa marah, melainkan menahan diri dan mengendalikan amarah agar tidak berbuat gegabah.

Artinya, saat anak tantrum, tantangan sesungguhnya sering kali ada pada emosi orang tua, bukan hanya pada anak. Mengendalikan diri adalah setengah dari solusi.

7 Cara Menghadapi Anak Tantrum Menurut Islam

  1. Tetap tenang, jangan ikut marah. Jika orang tua ikut meledak, situasi makin kacau. Meneladani “jangan marah”, tarik napas dan kendalikan diri lebih dulu.
  2. Turunkan posisi & gunakan suara lembut. Jongkok sejajar dengan anak, tatap matanya, bicara pelan. Kelembutan (rifq) menenangkan, kekerasan memperburuk.
  3. Pastikan anak aman, beri waktu reda. Saat puncak tantrum, anak sulit diajak bicara. Dampingi, pastikan ia tidak melukai diri, dan tunggu emosinya turun sebelum menasihati.
  4. Peluk & tunjukkan kasih sayang. Anak butuh merasa dimengerti, bukan dihakimi. Pelukan menular ketenangan — meneladani kasih sayang Nabi ﷺ.
  5. Bantu anak mengenali emosinya. Setelah tenang, bantu ia menamai perasaan: “Adik tadi kesal, ya?” Anak yang mengenali emosinya lebih mudah belajar mengendalikannya.
  6. Tetap tegas pada batasan, dengan lembut. Sabar bukan berarti menuruti semua keinginan. Menuruti demi “asal diam” mengajarkan anak bahwa tantrum itu efektif. Tegas + lembut membuat anak merasa aman.
  7. Iringi dengan doa. Mintalah kepada Allah kesabaran untuk diri Anda dan kebaikan untuk anak. Doa orang tua untuk anaknya termasuk doa yang dikabulkan (HR Tirmidzi). Al-Qur’an pun mengajarkan memohon keturunan yang menjadi penyejuk mata (makna QS Al-Furqan: 74).

Teknik Meredam Emosi Orang Tua (Ala Rasulullah ﷺ)

Inilah bagian yang sering terlupakan: sebelum menenangkan anak, tenangkan diri sendiri dulu. Rasulullah ﷺ mengajarkan beberapa langkah praktis meredam marah yang bisa langsung orang tua amalkan:

Langkah Cara & Dalil
1. Ta’awudz Berlindung kepada Allah dari godaan setan (QS Al-A’raf: 200; HR Bukhari no. 3282)
2. Diam Menahan lisan agar tak terucap kata yang menyakiti (HR Ahmad)
3. Ubah posisi Jika marah saat berdiri, duduklah; jika belum reda, berbaringlah (HR Abu Dawud no. 4782)
4. Berwudhu Amarah dari setan (api), dan api padam dengan air (HR Abu Dawud no. 4784)

Dengan menenangkan diri lebih dulu, orang tua bisa merespons tantrum dengan jernih — bukan dengan emosi yang justru “menular” ke anak.

Kesalahan yang Harus Dihindari

  • Ikut berteriak atau membentak. Menambah minyak ke api; anak belajar bahwa berteriak itu wajar.
  • Memukul atau mengancam. Menimbulkan rasa takut, bukan pemahaman — bertentangan dengan teladan kelembutan Nabi ﷺ.
  • Menuruti semua keinginan demi anak diam. Mengajarkan anak bahwa tantrum adalah “senjata” yang berhasil.
  • Mempermalukan anak di depan orang. Melukai harga dirinya dan merusak kepercayaan.
  • Menghukum saat emosi memuncak. Nasihat dan konsekuensi baru efektif setelah anak (dan orang tua) tenang.

Membesarkan anak yang sholeh dimulai dari menyambutnya dengan sunnah

Kesabaran mendidik anak adalah ibadah panjang. Awalnya dari menyambut kelahiran dengan aqiqah sebagai wujud syukur. AqiqahCentre membantu menunaikan aqiqah yang dilaksanakan di Tanah Suci Mekah — lengkap dengan bukti video dan sertifikat.

💬 Tanya Info Aqiqah di Mekah

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah tantrum tanda anak kurang didikan agama?

Tidak. Tantrum adalah fase perkembangan yang wajar, terutama usia 1–4 tahun, saat anak belum mampu mengungkapkan emosinya dengan kata. Yang penting adalah cara orang tua meresponsnya dengan sabar dan kasih sayang.

Bolehkah memukul anak yang tantrum agar diam?

Tidak dianjurkan. Teladan Rasulullah ﷺ adalah kelembutan dan kasih sayang. Memukul saat emosi menimbulkan rasa takut, bukan pemahaman, dan bertentangan dengan prinsip rifq (kelembutan).

Bagaimana cara menahan emosi saat anak tantrum?

Amalkan langkah yang diajarkan Rasulullah ﷺ: ta’awudz (berlindung dari setan), diam, mengubah posisi (duduk lalu berbaring), dan berwudhu. Tenangkan diri dulu sebelum menenangkan anak.

Apa yang harus dilakukan saat anak tantrum di tempat umum?

Tetap tenang, pindahkan anak ke tempat yang lebih sepi bila memungkinkan, jongkok sejajar dengannya, dan bicara lembut. Abaikan pandangan orang lain; fokus pada menenangkan anak.

Apakah orang tua boleh mendoakan anak yang sering tantrum?

Sangat dianjurkan. Doa orang tua untuk anaknya termasuk doa yang dikabulkan (HR Tirmidzi). Mohonlah kesabaran untuk diri Anda dan ketenangan serta kebaikan untuk anak.

✍️ Ditinjau oleh Tim AqiqahCentre

Artikel ini disusun oleh Tim AqiqahCentre dengan merujuk sumber terpercaya (NU, Muhammadiyah, dan rujukan hadits). Bersifat edukasi parenting Islami, bukan fatwa. Untuk masalah tumbuh kembang yang serius, konsultasikan juga dengan psikolog/dokter anak; untuk persoalan agama, rujuk ustaz/ustazah atau lembaga resmi seperti MUI.

Referensi: Rumaysho — Hadits Arbain #16: Jangan Marah · Rumaysho — 5 Kiat Meredam Marah · NU Online — Sikap Rasulullah terhadap Anak-anak · Muhammadiyah — Kewajiban Orangtua kepada Anak-anaknya.

Baca juga: Cara Mengajarkan Anak Sholat (per Usia) · 7 Sunnah untuk Bayi Baru Lahir · Kalkulator Hari Aqiqah · Aqiqah Anak Laki-Laki Berapa Kambing?

💬

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *