Posted on — Leave a comment

7 Sunnah untuk Bayi Baru Lahir dalam Islam (Panduan Lengkap + Dalil)

Diperbarui Agustus 2026

⚡ Jawaban Cepat

Ada 7 amalan yang dituntunkan Islam untuk menyambut bayi baru lahir: (1) azan & iqamah (diperselisihkan), (2) tahnik dengan kurma, (3) mendoakan keberkahan, (4) memberi nama yang baik, (5) mencukur rambut, (6) sedekah perak seberat rambut, dan (7) aqiqah. Empat yang terakhir dianjurkan pada hari ke-7 kelahiran.

Ringkasan 7 sunnah dan waktunya

Panduan ini merangkum tuntunan dari sumber-sumber tepercaya (NU Online, Muhammadiyah, Rumaysho, dan Almanhaj) dengan perbedaan pendapat yang dibentangkan apa adanya:

Sunnah Waktu Keterangan
1. Azan & iqamah Saat lahir Khilaf: sunnah menurut mazhab empat/NU, tidak dianjurkan Muhammadiyah, penjelasan berimbang
2. Tahnik Saat lahir Kurma dilembutkan, dioleskan ke langit-langit mulut, panduan tahnik
3. Mendoakan Saat lahir Memohonkan keberkahan bagi si bayi, sebagaimana Nabi ﷺ mendoakan bayi para sahabat
4. Nama yang baik Hari ke-7 Nama bermakna baik, diumumkan saat tasyakuran
5. Cukur rambut Hari ke-7 Digundul lalu rambut ditimbang, panduan cukur
6. Sedekah perak Hari ke-7 Senilai perak seberat rambut yang dicukur
7. Aqiqah Hari ke-7 2 kambing anak laki-laki, 1 anak perempuan, dalilnya

Kunci waktunya adalah hari ke-7 kelahiran (hari lahir dihitung hari pertama). Hitung otomatis tanggal hari ke-7 anak Anda di Kalkulator Hari Aqiqah.

Amalan saat bayi baru lahir

Azan & iqamah: di telinga kanan dan kiri bayi. Perlu jujur disampaikan: hukumnya diperselisihkan: mazhab empat dan NU menilainya sunnah, sedangkan Muhammadiyah menilai haditsnya lemah. Kedua pandangan kami bahas berimbang di artikel azan bayi.

Tahnik: mengoleskan kurma yang dilembutkan ke langit-langit mulut bayi, dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ (HR Bukhari-Muslim). Lengkapnya di panduan tahnik.

Mendoakan keberkahan: sebagaimana Nabi ﷺ mendoakan bayi-bayi yang dibawa kepadanya. Doakan dengan bahasa apa pun yang Anda mampu. Inti sunnahnya adalah memohonkan kebaikan bagi si kecil.

Amalan hari ke-7: nama, cukur, sedekah, aqiqah

Empat amalan terkumpul dalam hadits Samurah: “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i)

Cara praktis menunaikan semuanya

Azan, tahnik, doa, dan nama: semua bisa keluarga lakukan sendiri di rumah. Yang biasanya paling merepotkan adalah aqiqahnya: mencari kambing yang memenuhi syarat, menyembelih, memasak, membagikan. Di sinilah wakalah (sah menurut fiqh) menjadi solusi: sembelihan dilaksanakan di Tanah Suci Mekkah atas nama anak Anda (Rp2.678.000/ekor), dagingnya untuk fakir miskin di sana, dan Anda menerima video penyembelihan + sertifikat, sementara tasyakuran di rumah tetap berjalan. Unduh juga Checklist Persiapan Aqiqah (PDF gratis) agar tidak ada yang terlewat.

🐑 Sambut si kecil dengan sempurna: aqiqah di Tanah Suci, video & sertifikat atas namanya.🐑 Tanya Paket Aqiqah

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa saja sunnah untuk bayi yang baru lahir?

Tujuh amalan: azan & iqamah (diperselisihkan), tahnik dengan kurma, mendoakan keberkahan, memberi nama yang baik, mencukur rambut, sedekah perak seberat rambut, dan aqiqah. Empat terakhir dianjurkan pada hari ke-7.

2. Amalan apa yang dilakukan segera setelah bayi lahir?

Tahnik (mengoleskan kurma ke langit-langit mulut bayi) dan mendoakan keberkahannya; sebagian keluarga juga mengumandangkan azan. Hukum azan ini diperselisihkan ulama.

3. Apa saja yang dilakukan pada hari ke-7 kelahiran?

Empat hal berdasarkan hadits Samurah: aqiqah, mencukur rambut, sedekah perak seberat rambut, dan pemberian nama.

4. Bagaimana jika sunnah-sunnah ini terlewat?

Tidak berdosa, semuanya sunnah, bukan wajib. Aqiqah misalnya tetap boleh dilaksanakan setelah hari ke-7, bahkan saat anak sudah dewasa.

📚 Referensi

✍️ Tim AqiqahCentre, penyedia layanan aqiqah & kurban yang dilaksanakan di Tanah Suci, bagian dari AqiqahCentre Group, beroperasi sejak 2014 dengan 19.000+ hewan diuruskan.

Artikel ini bersifat edukasi, bukan fatwa. Untuk keputusan hukum fiqh, rujuk MUI atau ustaz tepercaya Anda.

Diperbarui: Agustus 2026 · Baca juga: Kalkulator Hari Aqiqah · Checklist Persiapan Aqiqah

💬 Chat WA
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *