Diperbarui Agustus 2026
β‘ Jawaban Cepat
Tahnik adalah mengoleskan kurma yang telah dilembutkan ke langit-langit mulut bayi yang baru lahir β sunnah yang dicontohkan Rasulullah ο·Ί. Waktunya segera setelah lahir (tidak perlu menunggu hari ke-7), bahannya kurma (bila tak ada, boleh yang manis lainnya), dan dianjurkan dilakukan oleh orang yang saleh sambil mendoakan si bayi.
π Daftar Isi
Apa itu tahnik dan dalilnya
Tahnik (tahnΔ«k) adalah mengunyah/melembutkan kurma lalu mengoleskan sebagiannya ke langit-langit mulut bayi yang baru lahir. Amalan ini bersandar pada hadits shahih: Abu Musa radhiyallahu ‘anhu bercerita, βAnakku lahir, lalu aku membawanya kepada Nabi ο·Ί. Beliau menamainya Ibrahim, men-tahniknya dengan kurma, dan mendoakan keberkahan untuknya.β (HR Bukhari & Muslim β penjelasan lengkap di Almanhaj).
Tiga hal terkumpul dalam satu momen indah itu: nama yang baik, tahnik, dan doa keberkahan β paket penyambutan seorang muslim kecil ke dunia.
Kapan tahnik dilakukan?
Segera setelah bayi lahir β pada hari pertama atau secepat yang memungkinkan, tanpa menunggu hari ke-7. Berbeda dengan cukur rambut dan aqiqah yang dianjurkan pada hari ketujuh (hitung tanggalnya di sini), tahnik adalah sambutan pertama.
Bahan tahnik: kurma atau penggantinya
Urutannya menurut penjelasan Rumaysho: kurma kering (tamr) β bila tidak ada, kurma basah (ruthab) β bila tidak ada juga, sesuatu yang manis seperti madu. Caranya: lembutkan sedikit, lalu oleskan lembut dengan ujung jari yang bersih ke langit-langit mulut bayi β cukup sedikit saja.
Catatan praktis: untuk bayi prematur atau berkebutuhan khusus, konsultasikan dahulu dengan tenaga kesehatan Anda.
Siapa yang sebaiknya men-tahnik?
Para sahabat membawa bayi mereka kepada Rasulullah ο·Ί β orang paling mulia β untuk ditahnik. Dari sini sebagian ulama seperti Imam Nawawi menganjurkan tahnik dilakukan oleh orang yang saleh: orang tua sendiri, kakek-nenek, atau ustaz yang dihormati keluarga (kajian Rumaysho). Bila tidak memungkinkan, orang tua men-tahnik sendiri pun sah β keutamaannya pada doa dan keberkahan, bukan formalitas.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apa itu tahnik bayi?
Mengoleskan kurma yang telah dilembutkan ke langit-langit mulut bayi baru lahir, sambil mendoakannya β sunnah yang dicontohkan Rasulullah dalam hadits Bukhari dan Muslim.
2. Tahnik dilakukan hari ke berapa?
Segera setelah lahir β hari pertama atau secepat yang memungkinkan, tidak perlu menunggu hari ke-7.
3. Bolehkah tahnik dengan madu?
Boleh. Urutannya kurma kering, lalu kurma basah, lalu sesuatu yang manis seperti madu bila kurma tidak tersedia.
4. Apakah tahnik harus oleh ustaz?
Tidak harus. Dianjurkan oleh orang saleh (termasuk orang tua sendiri) β meneladani para sahabat yang membawa bayinya kepada Rasulullah. Intinya doa keberkahan untuk si bayi.
π Referensi
βοΈ Tim AqiqahCentre β penyedia layanan aqiqah & kurban yang dilaksanakan di Tanah Suci, bagian dari AqiqahCentre Group, beroperasi sejak 2014 dengan 19.000+ hewan diuruskan.
Artikel ini bersifat edukasi, bukan fatwa. Untuk keputusan hukum fiqh, rujuk MUI atau ustaz tepercaya Anda.
Diperbarui: Agustus 2026 Β· Baca juga: 7 Sunnah Bayi Baru Lahir Β· Kalkulator Hari Aqiqah