Posted on Leave a comment

Azan untuk Bayi Baru Lahir: Telinga Mana & Bagaimana Hukumnya?

Diperbarui Agustus 2026

⚡ Jawaban Cepat

Mengumandangkan azan di telinga kanan bayi baru lahir (dan iqamah di telinga kiri) adalah praktik yang diperselisihkan ulama: mazhab Syafi’i, Hanafi & Hanbali — juga dipegang NU — menilainya sunnah; sementara Muhammadiyah dan sebagian ahli hadits menilai dasar haditsnya lemah sehingga tidak menganjurkannya. Keduanya punya landasan — dan amalan ini bukan syarat sah apa pun.

📑 Daftar Isi

  1. Praktiknya di masyarakat Indonesia
  2. Pendapat yang menganjurkan (mazhab empat & NU)
  3. Pendapat yang tidak menganjurkan (Muhammadiyah & ahli hadits)
  4. Bagaimana sebaiknya bersikap?
  5. Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Praktiknya di masyarakat Indonesia

Begitu bayi lahir, ayah atau kakek mengumandangkan azan di telinga kanan bayi (dengan lafaz azan shalat biasa), lalu iqamah di telinga kiri. Hikmah yang sering disebut: agar kalimat pertama yang didengar si bayi adalah kalimat tauhid — pengagungan Allah dan syahadat.

Pendapat yang menganjurkan (mazhab empat & NU)

Menurut kajian NU Online tentang pandangan mazhab empat, mayoritas ulama Syafi’iyah, Hanafiyah, dan Hanabilah menilai mengazani bayi sunnah — Imam Nawawi menyebut anjuran ini berlaku untuk bayi laki-laki maupun perempuan. Praktik ini telah lama diamalkan turun-temurun di banyak negeri muslim.

Pendapat yang tidak menganjurkan (Muhammadiyah & ahli hadits)

Di sisi lain, Muhammadiyah menilai hadits-hadits tentang azan bayi tidak kuat sehingga tidak menjadikannya tuntunan. Kajian kritis serupa juga ditulis di Rumaysho, yang menelaah kelemahan sanad hadits-haditsnya. Bagi yang memegang pendapat ini, meninggalkan azan bayi bukanlah kekurangan.

Bagaimana sebaiknya bersikap?

Ini wilayah khilafiyah yang sudah dibahas para ulama jauh sebelum kita — keduanya berlandaskan ilmu. Sikap yang sehat: ikuti pendapat yang dipegang keluarga dan ustaz Anda, dan hormati keluarga lain yang memilih berbeda. Yang disepakati semua pihak justru amalan-amalan lain untuk bayi: mendoakannya, tahnik, memberi nama yang baik, mencukur rambut, dan aqiqah pada hari ke-7 (hitung tanggalnya).

🐑 Yang tidak diperselisihkan: aqiqah di hari ke-7. Tunaikan di Tanah Suci — Rp2.345.000/ekor, video & sertifikat atas nama ananda.🐑 Tanya Paket Aqiqah

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Azan bayi baru lahir di telinga mana?

Bagi yang mengamalkannya: azan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri, menggunakan lafaz azan shalat biasa.

2. Apa hukum mengazani bayi baru lahir?

Diperselisihkan: mazhab Syafi’i, Hanafi, dan Hanbali (juga NU) menilainya sunnah; Muhammadiyah dan sebagian ahli hadits menilai dasar haditsnya lemah sehingga tidak menganjurkannya.

3. Kalau bayi tidak diazani, apakah berdosa?

Tidak. Bahkan menurut pendapat yang menganjurkan pun statusnya sunnah, bukan wajib — dan menurut pendapat lainnya memang tidak dituntunkan.

4. Siapa yang mengazankan bayi?

Umumnya ayah atau kakek si bayi — tidak ada ketentuan khusus harus ustaz.

📚 Referensi

✍️ Tim AqiqahCentre — penyedia layanan aqiqah & kurban yang dilaksanakan di Tanah Suci, bagian dari AqiqahCentre Group, beroperasi sejak 2014 dengan 19.000+ hewan diuruskan.

Artikel ini bersifat edukasi, bukan fatwa. Untuk keputusan hukum fiqh, rujuk MUI atau ustaz tepercaya Anda.

Diperbarui: Agustus 2026 · Baca juga: 7 Sunnah Bayi Baru Lahir · Tahnik Bayi

💬 Chat WA
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *